Ngabuburit Story; “Sebuah Dedikasi”

Obrolan saya dengan Vicky, 19 Mei jam 01.30 pagi di sekitar Jl. Gajah Mada, sambil menikmati santap sahur dengan menu ; “Nasi Goreng Gerobak” didepan sebuah minimarket Alfamart setelah kami berdua memasang kembali foto2 di Perpustakaan Nasional

Firman (F) : “Bang Vicky mau tidur dimana? … Access card Apartemen terbawa teman2 ke Bandung. Saya carikan Hotel di daerah Cikini yah.. supaya dekat Perpust.Nas

Vicky (V) : “Ah jangan Bang … Sa tidur di penginapan dekat Apartemen saja.. supaya tidak jauh dari teman2 Binmas”

F : “Emang ada..?”

V : “Ada Bang .. sa sudah tanya Satpamnya. Harganya 1,5 /malam

F : “Waduh … mahal sekali? … sudah saya carikan hotel yah … yg bagus & cukup murah. Itu 1,5 mahal sekali ..”

V : “Tidak Bang … itu 1,5 = 150ribu / malam”

F : GUBRAKK (saya pura2 pingsan)

Pukul 14.30 WIB saya menerima WA dari Vicky :

“Bang sa suda check out dari penginapan dan lagi menunggu teman2 balik dari Bandung di depan apartemen sambil ngopi dan berbagi tentang Binmas Noken dengan beberapa masyarakat & anggota2 satpam. Selain kita berbagi di Media, juga kita berbagi di dunia nyata, biar Mereka tahu apa itu Binmas Noken !”

Vicky, asal Serui Papua, adalah seorang Polisi dengan pangkat Brigpol, yg ditugaskan sebagai Humas di Operasi Nemangkawi.
Kelebihan dia yg paling mencolok adalah Kesederhanaan & Akselerasinya dalam membuat satu berita hingga berita itu tayang.
Selama yg saya lihat Vicky bekerja dengan 3 amunisi yaitu : Kamera, Telepon Selular, & Media Network.
Ternyata saya salah. Vicky masih memiliki satu amunisi lagi, yaitu sebuah Media yg paling fundamen & efektif sepanjang masa. Nama Media itu adalah “berdialog”.

Sebuah Dedikasi

Muhammad Firman Hidayatullah
Photographer

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *