Cerita Perjuangan dari Hutan Yahukimo

Saat itu adalah tanggal 14 April 2019.

Pagi menyapa namun matahari masih malu-malu untuk memperlihatkan sinarnya, lampu-lampu disekitar rumah masih terang menyala seperti waktu malam hari tetapi lonceng apel sudah berbunyi.

Tepat pukul 04.30 Wit suara panggilan Toa terus berbunyi membangunkan kami dari sedikit tidur nyenyak ini. Para komandan sibuk memanggil dan menjemput semua anggota yg masih terlambat.

Bandara Nop Goliat Dekai namanya. Saksi dari awal perjuangan kami untuk terbang dan mengawal pengamanan surat suara Pemilu bersama PPD dan panwas. Berjejer barisan pasukan dengan Ransel dan Baretnya yang gagah. Sekalipun matahari belum tersenyum , hentak suara semangat anggota Polres Yahukimo mengubah dingin pagi Bandara nop Goliat menjadi Api Semangat perjuangan Mengamankan Pemilu. Satu per satu anggota Polres Yahukimo mulai di terbangkan ke pos distrik-distrik. Namun semangat mereka tak pernah hilang mendengar bisik dari salah satu anggota yang tergabung dalam Satgas Binmas Noken Polri.

Yahukimo terdiri dari 51 Distrik, letak geografis kabupaten yahukimo yang begitu luas berupa pegunungan dan lembah yang mengharuskan akses transportasi ke 50 distrik lainnya semua mengunakan pesawat. Atau dengan jalan lain bisa berjalan kaki hingga berhari-hari dan bermingu-minggu menelusuri indahnya pegunungan serta hutan belantara.

Sungguh indah rasanya cerita perjuangan kami dari tanggal 14 sampai dengan 26 April 2019. Cuaca yang tidak menentu, terkadang hujan yang mengundang langit menjadi gelap serta tingginya curah hujan yang turun, terkadang cuaca cerah di seputaran bandara namun awan hitam telah menyelimuti langit pos di distrik-distrik yang ada. Hal itu menantang hati nurani para pejuang kami di distrik-distri seperti Distrik Kurima, Distrik Uka, Distrik Tangma yogosem, Distrik Kwalamdua dan Distrik Sumo yang harus berjalan kaki demi dapat menembus kota.

Bukan Yahukimo namanya jika belum pernah berjalan kaki di terjalnya pegunungan berhari-hari. Turun menelusuri terjalnya jurang, berenang menyeberangi kali, Merayap menghidari ranting dan menerobos hutan belantara. hingga tertanam dalam lumpur yg indah (Sumo). Semua itu cerita indah kami dari Yahukimo.

Ingin rasanya kami menelepon rekan kami yang masih berada di pos distrik, bagaimana tidak karena iya sudah sekitar 12 hari armada penerbangan tidak bisa menembus cuaca yang kurang bersahabat di langit pos distrik dimaksud. Seorang komandan berusaha untuk menelepon.

Tulalit…. Tulalit… Tulalit… Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan. Suara manis seorang perempuan muda membuat semua bingung. Ya jelas saja…Di distrik tidak ada signal telepon. Hingga pagi pun tiba melewati hari-hari penuh perjuangan itu. Terdengar kabar ” Mohon ijin komandan, kami dengan satu rekan kami bersama PPD dan Panwas sudah telah tiba di Jayapura dengan berjalan kaki, dan menelusuri sungai Mambramo. Situasi aman terkendali.

Begitu pesan singkat itu muncul dlm group media social Polres Yahukimo. Serentak dengan rasa bangga dan gembira anggota Polres Yahukimo beserta satgas Binmas Noken polres Yahukimo bersujud syukur atas suksesnya perjuangan petugas keamanan Polres Yahukimo yang terus mengawal ketat pelaksanaan Pemilu 2019.

Semoga Pemilu 2019 tetap aman, damai dan sejuk. Jaya selalu Kepolisian Negara Republik Indonesia. Salam dari kami pejuang di Polres Yahukimo.

Penulis : Nyoman

Editor : Ayu

Publish : Ayu

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *