Bapa Polisi, Sa Mau Belajar dan Bermain…

Oleh: Kristin Samah

TIMIKA (18/7/2018)—Belajar dan bermain untuk anak-anak usia sekolah. Benarkah itu sebuah kemewahan?

Ya… bila pertanyaan itu disampaikan pada anak-anak di Kwamki Lama dan Utikini, Kabupaten Mimika, Papua. Permintaan mereka sederhana, bisa belajar dan bermain-main dengan teman sebaya.

“Bapa Polisi… sa mau belajar dan bermain saja tidak bisa. Orang tua terus berperang. Anak-anak ikut lari dan mengungsi. Kalau tidak belajar, mau jadi apa kami kelak,” ujar anak usia 12 tahun di Kwamki Lama pada AKP Sudirman.

Permintaan sederhana itu membuat hati Pak Dirman tersentuh. Sayang sekali ia tak bisa sendirian meluluskan keinginan itu.

Sejak bergabung dalam Satgassus Papua, ia memang berkeliling ke daerah-daerah untuk memulihkan trauma konflik pada anak-anak, juga berkomunikasi dengan masyarakat agar mereka bisa turut menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus menata kehidupan.

Rabu (18/7), tak kurang dari 100 anak-anak di Utikini baru, berkumpul untuk bermain dan mendengarkan cerita. Banyak di antara mereka yang belum bisa baca tulis meskipun usianya sudah lebih 9 tahun.

Kegiatan yang diselenggarakan Binmas Noken Satgassus Papua itu memang tidak akan bisa simsalabim membuat anak-anak bisa baca tulis. Namun melalui cerita, membagi buku bacaan, melukis bersama, menyanyi, dan bermain-main, diharapkan anak-anak terus berkeinginan belajar.

Dulu orang tua sering menasehati anak-anaknya untuk tidak bertengkar, berkelahi, berantem. Mungkin dunia memang sudah berubah. Bapa… berhentilah berperang Bapa… lihat anak-anak ingin belajar dan bermain…

Pesan yang sama untuk orang-orang tua di daerah-daerah yang lain yang terus berselisih paham memuaskan ego. Anak-anak ingin belajar dan bermain, jangan berisik melulu. (***)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *